Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sosialisasikan tentang Bank Sampah, Bagian HI kunjungi Sekolah.

Tabloid SAKSI -  Sebagai wujud pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Riau (FH UR) mengadakan pengabdian dengan memberikan sosialisasi hukum tentang Pemanfaatan Bank Sampah di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom Pekanbaru pada Jum'at (4/11/16) dengan diikuti oleh puluhan orang siswa-siswi. Turut hadir dosen Fakultas Hukum, Ledy Diana, Evi Selama HZ,  serta Adi Tiara Putri dan di dampingi oleh mahasiswa/i program kekhususan Hukum Internasional.

Tabloid Saksi

Bank Sampah sendiri merupakan tempat penampungan sampah yang telah dipilih-pilih. Kemudian sampah yang dipilih tersebut dikumpulkan ketempat pengolahan sampah untuk dijadikan kerajinan tangan. Di Kota Pekanbaru, untuk mengatasi permasalahan sampah sebagai upaya preventif, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Ledy Diana S.H., M.H. yang merupakan Sekretaris Bagian Hukum Internasional.

Sosialisasi yang dilakukan selain sebagai lanjutan dari sosialisasi beberapa tahun lalu yang membahas mengenai pengelolaan sampah, juga merupakan kepedulian terhadap masalah lingkungan khususnya permasalahan sampah yang terjadi di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. "Ini sebenarnya lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang membahas mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Namun selain itu juga merupakan kepedulian atas permasalahan lingkungan khususnya yang terjadi di pekanbaru beberapa waktu yang lalu", imbuh Ledy

Permasalahan sampah memang sudah seharusnya menjadi perhatian seluruh masyarakat kota Pekanbaru. Sehingga tidak semua sampah yang dihasilkan harus menumpuk ditempat pembuangan akhir (TPA). Namun masyarakat harus bisa memilah sampah yang bisa memberikan manfaat dan menghasilkan nilai ekonomis.

Tabloid Saksi

Selaras dengan itu, dalam pemaparannya Ledy Diana juga menjelaskan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. "Sampah yang dihasilkan sebenarnya bisa kita manfaatkan menjadi tas, pot bunga dan lain sebagainya sehingga sampah bisa memberikan nilai ekonomis", paparnya

Pemaparan mengenai Pemanfaatan Bank Sampah yang dilakukan diharapkan bisa menimbulkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup terutama bagi generasi muda. "Ya penyuluhannya kan ke Siswa yang pada dasarnya mereka masih gampang untuk diarahkan, jadi berharap penyuluhan tadi bisa dilaksanakan sehingga tetap menjaga kebersihan lingkungan", harap Sekretaris Bagian Hukum Internasional tersebut
Tabloid Saksi


Reporter : Rio | Tabloid SAKSI

Kuliah Umum hadirkan Ketua Ombudsman Republik Indonesia

Tabloid Saksi – Pekanbaru, bertempat di Gedung PKM (Pekan Kesenian Mahasiswa) Universitas Riau, Gobah, diadakan Kuliah Umum yang ditaja oleh Program Magister (S2) Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Riau. Sabtu, 29 Oktober 2016 Kuliah umum  ini sudah yang kesekian kali dilaksanakan.
tabloidsaksi
“Bahwa kuliah umum sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh Fakultas Hukum, baik itu program S1 maupun program S2 setiap tahunnya, ucap Dekan Fakultas Hukum UR dalam kata sambutannya.”

Menghadirkan Prof. Amzulian Rifai selaku Ketua Ombudsman Republik Indonesia dengan tema “Peran Ombudsman Republik Indonesia Dalam Penyelenggaraan Administrasi Negara Tahun Anggaran 2016”, kuliah umum yang dihadiri langsung oleh Ketua Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Riau, Rektor Universitas Riau, Dekan Fakultas Hukum serta seluruh civitas akademika.

Prof. Amzulian menjelaskan, yang menjadi problem utama lembaga negara adalah trust (kepercayaan), dimana publik sudah tidak percaya dengan kinerja dari lembaga negara, misalnya dalam pelayanan publik yang lambat, masih terjadinya diskriminasi. Kepercayaan publik terhadap lembaga negara umumnya rendah terhadap bekerjanya birokrasi, yang masih adanya pungli dan praktik korupsi.

Masalah pungli, sudah dibentuk Satgas Pungli yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, yang fungsinya sebagai intelijen, pencegahan, penindakan dan yustisi.

Kuliah umum yang berakhir di pukul 11.00 wib berjalan dengan baik dan lancar,  peserta sangat antusias dapat dilihat dari komunikatif nya antara narasumber dan peserta serta adanya kesempatan yang diberikan oleh moderator kepada peserta yang ingin mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber.

“Kuliah umum sebagai komitmen dari rektor dan dekan, jadi setiap mahasiswa punya pengalaman belajar dengan dosen-dosen tamu dari beberapa pihak termasuk lembaga negara. Mahasiswa agar memahami Ombudsman, bahwa ada lembaga negara tempat mereka berkeluh kesah ketika birokrasi tidak memberikan pelayanan, ujar Amzulian saat diwawancarai diakhir acara.”

Reporter : Cica     | Tabloid Saksi
Fotografer : Rizki | Tabloid Saksi

Untuk menghubungi kami dapat melalui social media dibawah ini :
  • Facebook : Tabloid Saksi
  • Twitter : @tabloidsaksi 
  • Instagram : @tabloidsaksi

PERLOMBAAN DALAM MILAD UR



Pada bulan September ini Universitas Riau membuka pendaftaran lomba untuk memeriahkan Milad Universitas Riau yang ke 54tahun, pendaftaran lomba tersebut paling lambat tanggal 22 September 2016 dan mahasiswa dapat mengikuti perlombaan tersebut dengan memperlihatkan KTM. Dengab perlombaan sebagai berikut :

BKBH FH UR Lakukan Penyuluhan ke Panti Asuhan



BKBH – Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Riau mengadakan penyuluhan tentang Perlindungan Anak menurut PERPU Nomor 1 Tahun 2016. Penyuluhan yang dilaksanakan pada kamis, 23 Juni 2016 berlangsung di Panti Asuhan Al- Ilham Jalan Unggas Pekanbaru. Disebutkan bahwa penyuluhan ini adalah salah satu proker dari team BKBH FH UR, hal tersebut juga disampaikan Hengki Firmanda, Dosen Fakultas Hukum dalam kata sambutannya.

“ Penyuluhan ini  adalah kegiatan dari team BKBH FH UR, penyuluhan tentang perlindungan anak ini akan disampaikan oleh anggota BKBH sendiri, dan kami berterimakasih kepada pihak Panti Asuhan yang telah menerima kedatangan team BKBH FH UR, tutupnya.”

tabloid saksi

Selain kegiatan penyuluhan, juga ada games dan sesi nonton bareng. Untuk penyuluhan di sampaikan oleh Ilhamdi Arfan, Mahasiswa anggota BKBH FH UR dan Dr. Emilda Firdaus, Ketua BKBH FH UR. Dalam penyampaian nya Ilhamdi memfokuskan pada poin usia anak, kewajiban dan hak dari anak itu sendiri. Adik – adik sangat antusias terlihat dari aktivitas mereka yang mencatat setiap slide yang ditampilkan oleh setiap narasumber.

Kegiatan ini bukan hanya penyuluhan tetapi juga dibarengi dengan buka bersama dengan adik – adik Panti Asuhan Al – Ilham, dan aktivitas sholat berjamaah dan terakhir adalah memberi santunan kepada pihak Panti Asuhan oleh Ketua BKBH FH UR.

Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum melakukan kegiatan penyuluhan selain memberikan informasi tentang Perlindungan Anak juga untuk beramal di Bulan Suci Ramadhan. Malam pukul 20.00 wib di lanjutkan dengan pemberian nasi kotak kepada masyarakat Pekanbaru daerah Sudirman dan Diponegoro. 

tabloid saksi


Reporter : Cica | Tabloid SAKSI

Dua Pasang Bakal Calon Gubernur Tinggalkan Pesta Demokrasi FH UR



Selasa (3/5/16) Panitia Pemilihan Raya Fakultas (PPRF) Hukum mengadakan verifikasi lanjutan terhadap kelengkapan berkas pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Fakultas Hukum (FH) UR sekitar pukul 13.00 wib. Dimana sebelumnya pada senin lalu (2/5/16) telah diadakan verifikasi tahap awal dan telah memberikan kesempatan kepada masing-masing bakal calon untuk melengkapi seluruh berkas dalam waktu 1x24 jam.


Dalam verifikasi lanjutan, pasangan Edi Candra dan Rendi serta pasangan Vestwansan Diva dan Desi Anggraini tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan meski telah diberikan waktu tambahan. Sehingga hanya pasangan Alvizt Vegadesra Saragih dan Alfikri yang lolos tahap verifikasi. “Sesuai dengan peraturan yang kita miliki dan yang kita jalankan, apabila bakal calon tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan maka dianggap gugur”, tegas Suganda selaku Ketua PPRF.

Sesuai denga peraturan yang ada Stering Commite yang hadir dalam verifikasi lanjutan juga memberikan pandangan bahwa harus dilanjutkan sesuai prosedur yang ada. Dengan demikian, maka proses dilanjutkan ke tahap fit and proper test. “Akan dilanjutkan ke tahap fit and proper test dan pasangan bakal calon yang lolos verifikasi lah yang berhak mengikuti fit and proper test”, jelasnya.

Dalam berkas yang dikembalikan pasangan Vestwansan Diva dan Desi Anggraini terdapat banyak kekurangan. Sedangkan pasangan Edi Candra dan Rendi, terdapat beberapa dokumen bakal calon wakil Gubernur yang belum ditanda tangani dan kekurangan foto copy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

Jika dalam tahap fit and proper test pasangan Alvizt Vegadesra Saragih dan Alfikri tidak memenuhi kriteria, maka akan diadakan pembukaan pendaftaran ulang. “Kita akan menunggu hasil fit and proper test, untuk menentukan aklamasi atau tidak. Apabila memenuhi kriteria, maka akan aklamasi. Apabila tidak memenuhi kriteria, maka akan dibuka pendaftaran ulang” imbuh Ketua PPRF tersebut.

Terkait dengan pembukaan pendaftaran ulang bakal calon apabila pasangan yang lolos verifikasi tidak memenuhi kriteria, maka pihaknya akan menunggu koordinasi terlebih dahulu dari Stering Commite. “Kita akan menunggu koordinasi terlebih dahulu dari Stering Commite”, akhiri Suganda.

Aliansi Mahasiswa Independen gugat Peraturan Pemira


Selasa (26/4/16), Aliansi Mahasiswa Independen Fakultas Hukum Universitas Riau (FH UR) melakukan berbagai upaya penolakan terhadap Peraturan Pemilihan Raya (Pemira) FH UR tentang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur FH yaitu Pasal 10 ayat 2 huruf g UU Pemira FH UR.
suasana diskusi ttg syarat PEMIRA FH UR
Salah satu upaya penolakan yang dilaksanakan adalah mengadakan diskusi bersama pimpinan kelembagaan mahasiswa yang ada di FH dan seluruh mahasiswa. Turut hadir Rika Lestari S.H, M.Hum, Junaidi S.H, M.H dan Zulwisman S.H, M.H sebagai penengah dalam diskusi tersebut.

Adapun permasalahan yang dibahas dalam diskusi tersebut mengenai salah satu Pasal yang ada dalam peraturan Pemira tentang persyaratan pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur harus mempunyai pengalaman internal kampus.

Pemberlakuan pasal tersebut dianggap membatasi ruang gerak mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman organisasi internal kampus namun ingin membangun bersama memajukan kualitas kampus.

Habbi Affandi salah satu mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Independen tersebut menuturkan bahwa ada beberapa rekannya yang telah mencoba mendaftar disalah satu lembaga mahasiswa tingkat Fakultas tersebut namun tidak diterima. "Ada rekan saya yang sudah mendaftarkan diri menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa waktu itu, namun tidak diterima. Sehingga bagaimana bisa mendapatkan pengalaman organisasi internal kampus tersebut", bebernya.

Selain itu, Pagar Parlindungan juga menegaskan bahwa tidak semua orang yg berasal dari lembaga internal kampus memiliki semangat lebih untuk memajukan Fakultas. "Tidak ada jaminan orang-orang yang berasal dari organisasi internal kampus mempunyai keinginan lebih untuk memajukan Fakultas", tegas Pagar.

Menyikapi permasalahan tersebut, Zulwisman yang merupakan dosen Hukum Tata Negara FH UR tersebut juga turut memberikan pemahaman kepada seluruh mahasiswa yang hadir.

Suasana diskusi yang berlangsung di ruang N1 dan N2
"Ketika kita tidak pernah mengikuti sistem, jangan pernah untuk menerobos suatu sistem. Ketika kita tidak pernah berorganisasi, jangan paksakan juga untuk menjadi pucuk pimpinan organisasi tersebut", imbuh Zulwisman

Reporter : Rio, LPM Tabloid Saksi. 

TUNTUTAN MAHASISWA KEPADA GUBERNUR RIAU



Kamis (14/4/16), ribuan mahasiswa Universitas Riau (UR) melakukan aksi di halaman Kantor Gubernur Riau yang dipimpin oleh Abdul Khair sebagai koordinator Lapangan (Korlap). Aksi yang dilakukan merupakan bentuk protes terhadap insiden yang terjadi kemarin (13/4) di Gedung Serindit Provinsi Riau. Dimana terjadi pemukulan terhadap 3 orang mahasiswa UR oleh Kepala Biro Humas Provinsi Riau dan anggota satuan Polisi pamong praja (Satpol PP).

Dalam aksinya, mahasiswa UR menuntut kepada Gubernur Riau untuk mencopot Kepala Biro Humas Provinsi Riau, Kepala Satpol PP Provinsi Riau dari jabatannya dan protokoler Gubernur Riau yang terlibat aksi pemukulan rabu lalu. "Kami meminta Gubri meminta maaf kepada seluruh mahasiswa UNRI, Mahasiswa riau, dan Mahasiswa Indonesia secara terbuka. Kami juga menuntut agar Kepala Biro Humas, Kepala Satpol PP dan oknum protokoler yang terlibat pemukulan terhadap rekan kami dicopot dari jabatannya", ungkap Andres Pransiska dalam pernyataan sikapnya

Namun aksi yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut tidak bisa langsung bertemu dengan Gubernur Riau, sebab yang bersangkutan sedang berada di Jakarta.

aksi di depan Gedung kantor Gubernur Riau
Setelah menyampaikan pernyataan sikapnya, Presiden Mahasiswa UR tersebut pun memberikan tenggang waktu kepada Gubernur Riau untuk segera menanggapi tuntutan mahasiswa dalam waktu 1 x 24 jam. "Kami berikan waktu 1 x 24 jam kepada Gubernur Riau untuk memproses tuntutan kami. Apabila dalam waktu yang ditentukan tuntutan kami tidak ditanggapi, maka kami akan menggelar aksi yang lebih besar dan mengundang seluruh Mahasiswa Riau dan jangan salahkan kami jika Kantor Gubernur ini rusak", tegasnya.

Selain itu, seluruh mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut juga dihimbau untuk mengirimkan pesan singkat kepada Gubernur Riau dan Menteri Dalam Negeri yang pada pokoknya menuntut agar oknum yang terlibat diberhentikan dari jabatannya.

Rio/Tabloid SAKSI.

Calon Presma dan Wapresma, Ramaikan Pemilihan Raya Universitas Riau 2016


Sumber : Dokumentasi PPRU UR | Stand pengambilan formulir pendaftaran

Tabloid SAKSI – Setelah dibukanya pendaftaran peserta Pemilihan Raya Universitas Riau (PEMIRA UR) untuk pasangan bakal calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa (Presma dan Wapresma) serta Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Riau (DPM UR) sejak 24 Maret lalu, hari ini (Rabu, 1/3) pendaftaran tersebut ditutup secara resmi oleh Panitia Pemilihan Raya Universitas Riau (PPRU) pada pukul 15.00 Wib. 

Sebelumnya ada 21 pasangan bakal calon presma dan wapresma yang mengambil formulir pendaftaran. Namun hingga pendaftaran ditutup, hanya ada tiga pasang bakal calon yang mengembalikan berkas. Sementara itu untuk anggota DPM UR, dari 74 orang yang mendaftar, 47 orang yang mengembalikan berkas. “untuk bakal calon presma dan wapresma ada 3 pasang yang mengembalikan berkas. Sementara untuk calon anggota DPM ada 47 orang yang mengembalikan berkas” tutur Ade Ruslan melalui sambungan telpon. 

Adapun ketiga bakal calon presma dan wapresma yang mengembalikan berkas adalah pasangan Abdul Khair dan Bayu Kumbara, Faizal Indra Rangkuti dan Agus Riandi, Fakhturrazi dan Adli Satria Sandika.  

Terkait dengan adanya keterlambatan calon anggota DPM UR yang mengembalikan formulir, Ade membenarkan hal tersebut. “iya ada. Itu tadi dari Fakultas Hukum”, ungkapnya 

Lebih lanjut Ade juga menjelaskan alasan yang disampaikan calon anggota DPM UR asal Fakultas Hukum yang melewati batas waktu pengembalian formulir tersebut. “alasan mereka baru mengambil formulir tadi pagi dan saat mau mengembalikan berkas, mereka terjebak macet dijalan”, jelas Ade.

Untuk menjaga netralitas dan ketertiban pelaksanaan pemilihan Raya Universitas, PPRU juga tidak memberikan toleransi terhadap calon yang terlambat mengembalikan berkas pendaftaran. “tidak ada toleransi dan tetap tidak kami terima. Kami kan telah membuka stand dari tujuh hari yang lalu, kenapa kok baru ngambil formulirnya dihari-hari terakhir”, tegasnya.

Reporter : Rio - Tabloid Saksi

Jemput Aspirasi Mahasiswa, DPM UR lakukan Reses.

Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam DPM UR sedang Reses di halaman gedung FH UR

Selasa (23/02/15), Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Riau (DPM UR) melakukan Reses di Fakultas Hukum (FH). Reses yang dilaksanakan di halaman gedung Dekanat tersebut dihadiri langsung oleh Suhardi (Ketua Umum DPM UR) dan Try Fauzan Permana (Ketua Komisi I). Reses yang dilaksanakan dimaksudkan untuk menyerap aspirasi mahasiswa terkait permasalahan-permasalahan yang terjadi di kampus. "Ini kami lakukan untuk menyerap aspirasi mahasiswa tentang permasalahan yang ada, sehingga bisa dicarikan solusinya", papar Fauzan

Menyinggung permasalahan pembangunan gedung FH yang terkendala, Suhardi memaparkan bahwa anggaran pembangunan gedung tersebut masuk kedalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). "Info awal, anggaran pembangunan gedung tersebut berasal dari APBN murni, tapi pada bulan November 2015 beredar kabar kalau anggaran pembangunannya bersumber dari APBN-P, tapi itu juga belum pasti", ungkap Suhardi

Terkait dengan permasalahan tersebut, UR dianggap sebagai salah satu universitas yang gagal melakukan pembangunan. "Universitas Riau merupakan salah satu dari sepuluh universitas yang gagal melakukan pembangunan", tambahnya

Sebagai perwakilan mahasiswa, DPM UR siap untuk mengawal pembangunan gedung FH yang tekendala tersebut. "Siap menjadi garda terdepan mengawal pembangunan gedung Fakultas Hukum", imbuh Suhardi

Sedangkan untuk permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT), mahasiswa harus pro aktif untuk mengawal pembagian UKT yang tepat sasaran. "Harus tetap berjuang untuk menurunkan penggolongan UKT tersebut. Bila perlu setiap masa revisi UKT, terus untuk memasukkan berkas revisi tersebut", tambah Ketua Komisi I DPM UR

Fasilitas kampus yang sampai saat ini belum memadai juga menjadi permaslahan yang dirasakan oleh mahasiswa FH. Salah satu fasilitas yang dipermaslahkan adalah jaringan wi-fi yang tidak menjangkau lingkungan kampus secara keseluruhan.

Permasalahan jalan kampus yang berlubang juga menjadi sorotan dalam acara reses kali ini. Jalan yang berlubang dirasa sangat membahayakan keselamatan mahasiswa dalam berkendara. Meskipun saat ini jalan yang berlubang tersebut telah disemen, namun dirasa hal tersebut tidak akan bertahan lama. "Walaupun saat ini jalan yang rusak telah disemen, namun itu hanya akan bertahan selama dua bulan", papar Randa Trianto salah satu mahasiswa FH.

Harapan Reses kali ini adalah memaparkan kembali informasi-informasi yang jarang menhinggapi FH terutama informasi prestasi diluar akademik yang banyak tidak diketahui oleh mahasiswa dikampus gobah khususnya mahasiswa FH.


Reporter : Rio | Tabloid Saksi

KADER HMI SIMPAN SENJATA TAJAM DI KAMPUS UR GOBAH

FH UR – Menjadi tuan rumah dalam kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ke -29, pekanbaru telah dianggap siap untuk menyelenggarakan acara tersebut. Selain hadirnya Jusuf Kalla (Wapres RI) dalam pembukaan acara tersebut, kucuran dana dari APBD Provinsi Riau yang tak tanggung besarnya pun menjadi perbincangan hangat disemua kalangan. Disamping itu, kongres yang dilaksanakan juga diwarnai aksi ricuh oleh rombongan kader HMI yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Pada Minggu (22/11/15) sekitar pukul 23.00 wib, segerombolan massa HMI tersebut melakukan penyerangan terhadap panitia lokal yang selesai mengadakan rapat internal di Green Hotel Pekanbaru. Akibat penyerangan tersebut, salah seorang panitia lokal terkena anak panah dibagian punggungnya.

Atas dasar itu, aparat gabungan dari kepolisian Daerah Riau (Polda Riau), Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru dan Kepolisian Sektor (Polsek) Lima Puluh pada Senin (23/11/15) mengadakan penggeledahan terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal makassar yang telah mendiami kampus Fakultas Hukum Universitas Riau (FH UR) sejak beberapa hari lalu. "Penggeledahan ini kami lakukan atas dasar laporan yang diterima tentang terjadinya penyerangan salah seorang panitia kongres HMI asal UIN SUSKA RIAU. Sehingga penggeledahan ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman”, tutur AKP. Deddy Herman SIK selaku Kapolsek Lima Puluh.
AKP. Deddy Herman
  (Kapolsek Lima Puluh)
 sedang melakukan
 pemeriksaan
 salah satu tas milik kader
 HMI
 asal Sulawesi Selatan
Penggeledahan di lakukan terhadap barang-barang bawaan anggota HMI tersebut guna untuk memastikan ada atau tidaknya barang bawaan Kader HMI yang berbahaya. Dalam penggeledahan yang dilakukan, Kepolisian melakukan penyisiran terhadap beberapa tempat yang dijadikan tempat menginap kader HMI tersebut, diantaranya Gedung B, Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Gedung O dan beberapa kamar mandi yang ada di kampus Fakultas Hukum UR.

Hasil dari penggeledahan tersebut ditemukan beberapa senjata tajam dan alat kontrasepsi diatas langit-langit salah satu kamar mandi yang ada di kampus tersebut yang diduga milik kader HMI asal Sulawesi Selatan. Sehingga ditetapkanlah 2 (dua) orang kader HMI asal Sulawesi Selatan yang menginap di FH UR sebagai tersangka.
AKP. Deddy Herman
 sedang memperlihatkan
 barang bukti
 yang diduga milik kader
 HMI asal Sulawesi Selatan


Kemudian atas dasar penemuan barang bukti tersebut dan tidak kenyamanan atas keberadaan kader HMI asal Sulawesi Selatan di FH UR, mahasiswa FH UR mengambil sikap mendesak Rektor UR untuk segera mengevakuasi kader HMI tersebut dari kampus FH UR.

Sempat terjadi negosiasi yang panjang antara pihak kepolisian dan kader HMI dalam menyepakati tuntutan mahasiswa FH UR tersebut. Namun akhirnya sekitar pukul 16.00 wib kader HMI asal Sulawesi Selatan bersedia untuk meninggalkan kampus FH UR dan dievakuasi ke Markas Bromob Polda Riau.
Kader HMI asal Sulawesi Selatan menaiki mobil Polisi untuk dievakuasi ke Markas Brimob Polda Riau


Rio/Tabloid Saksi

MUSREMBANG LANJUTAN AKAN SEGERA DIADAKAN


Musrembang : Musyawarah rencana pembangunan yang kembali diadakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa, pada 17 oktober 2015 bertepatan di ruang P2 Fakultas Hukum UR. Dihadiri oleh beberapa perwakilan lembaga kemahasiswaan yang memberi laporan tentang proker atau program kerja untuk periode 2015-2016.
 
Membahas tentang program kerja, dimana setiap lembaga kemahasiswaan dituntun untuk memiliki proker dalam periode tertentu. Bertujuan untuk ikut mewujudkan visi dan misi Fakultas Hukum serta lebih mengembangkan lembaga agar lebih aktif dalam kegiatan kampus.

Musyawarah Rencana Pembangunan yang dihadiri oleh perwakilan dari lembaga kemahasiswaan yang berlangsung di ruang P2. (17/10)
Musrembang adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun nya, hasil dari musrembang adalah kalender organisasi lembaga kemahasiswaan yang nantinya akan disebarkan kepada setiap lembaga yang ada di Fakultas Hukum.

Untuk kegiatan musrembang kali ini perwakilan BEM, Al-Mizan, Mapala dan Tabloid Saksi memberikan proker hingga akhir Desember, hanya DPM saja yang pada hari itu memberikan laporan hingga bulan Mei 2015. 

Dimana untuk Januari hingga Mei akan disusul dikemudian hari. “Menurut saya harus ada rapat umum lagi untuk membahas tentang proker  Januari-Mei, ungkap Suherdiansyah selaku Gubernur Mahasiswa Fakultas Hukum.”


Musrembang berakhir pada sore hari dengan musyawarah berjalan dengan baik tanpa ada keributan dan masih tetap dengan pendapat-pendapat yang bersifat membangun sama halnya dengan hasil yang nantinya akan ada musrembang lanjutan untuk membahas proker periode Januari hingga Mei pada waktu yang ditentukan. *Cica - Tabloid Saksi

Yudisium FH UR di Ballroom Hotel Pangeran

Rabu (30/9/15), Fakultas Hukum Universitas Riau (FH UR) melaksanakan sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan Sarjana Hukum (SH). Pada Sidang Senat Terbuka yang dilaksanakan, FH UR mengukuhkan sebanyak 135 orang Sarjana Hukum. Pengukuhan Sarjana Hukum yang dilaksanakan  di Ballroom Hotel Pangeran tersebut dihadiri oleh seluruh senat FH UR, dosen, pegawai, para wisudawan/ti, dan orang tua mahasiswa yang dikukuh kan menjadi Sarjana Hukum.

Medali peserta yudisium FH UR 

Suasana pengukuhan menjadi hening saat paduan suara d’LawFa Choir membawakan sebuah lagu dengan judul “Bukan Samudera” untuk mengenang pelatih d’LawFa yang seharusnya wisuda tahun ini, namum beliau telah pergi dalam musibah kecelakaan  Pesawat Hercules beberapa waktu lalu. Selain itu, Dalam penyampaian nya yang mewakili peserta yudisium, salah seorang  peserta menuturkan bahwa suatu peradaban diawali dari dunia pendidikan, namun suatu peradaban akan dihancurkan oleh peserta didik yang tidak berintegritas. “Sebuah  peradaban dibangun oleh pendidikan, tapi peradaban akan hancur jika peserta didik tidak berintegritas” tutur Afrial Syarli selaku perwakilan peserta yudisium .

Salah Seorang Peserta Yudisium, Raja Adil Siregar & keluarga

Disamping itu, perwakilan orangtua peserta yudisium menyampaikan ucapan terimakasih dan permohonan maaf kepada almamater tempat anak-anak mereka menuntut ilmu. “Mewakili seluruh orang tua, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen yang telah mendidik anak-anak kami dan permohonan maaf juga kami sampaikan atas segala kesalahan yang pernah dilakukan oleh anak-anak kami”, ungkap Dr. Sumardi. Selain itu, Dekan FH UR berpesan kepada seluruh peserta yudisium untuk menjaga nama baik almamater. “Jaga nama baik almamater, FH tidak besar kalau alumninya tidak bisa mengembangkan ilmunya”, pesan Dodi Haryono, S.Hi., S.H., M.H. Kemudian, Dodi Haryono juga menyampaikan agar seluruh peserta yudisium untuk menegakkan hukum secara benar. “Sarjana hukum mempunyai dosa yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak tahu hukum. Oleh karena itu, tegakkan lah hukum secara benar”, tambahnya.


RIO / Tabloid Saksi

Gelar Diskusi Publik tentang Pemilu Serentak 2015

Pekanbaru, pada 22 September 2015. Diadakan forum diskusi publik yang ditaja oleh Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Riau dengan Forum Diskusi Riau yang dihadiri langsung oleh Pak Amril.

Forum dimulai sekitar pukul 09.25 wib yang dihadiri oleh beberapa narasumber dibidang yang berbeda, para dosen, pers dan mahasiswa. Forum diskusi publik yang mengangkat tema "Peran pemerintah, masyarakat dan pers dalam menyongsong pilkada serentak 2015 di Provinsi Riau". 
Forum dimoderatori oleh Hasan Basril yang memegang kendali acara hingga selesai, masing-masing narasumber yaitu Pengamat hukum sekaligus dosen fakultas hukum bapak Mexsasai Indra, Sekretaris PWI reg Riau bapak Eka Putra Nazir, Kesbangpol (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Poltik Provinsi Riau bapak Ardi Basuki, Ketua KPU Riau bapak Nurhamid dan Perwakilan Badan Pengawas Prov Riau bapak Rusidi Rusdan.

Dikatakan Ardi, bahwa sudah 9 kab/kota yang menyatakan siap dengan pilkada serentak 2015 dan sudah ada calon yang sudah memenuhi syarat. Biaya pilkada serentak lebih mahal ketimbang pilkada biasa, ungkapnya dalam kata sambutan sebagai perwakilan PLT Gubernur Riau yang tidak dapat hadir di forum ini.
Disampaikan Mexsasai Indra bahwa "Pemilu adalah roh dari demokrasi. Dan peran pemerintah diharapkan harus independen, masyarakat tidak akan berbuat jelek apabila tidak adanya ikut campur kalangan elite, elite tidak menjadi provokasi serta pers dapat memberitakan yang baik, tidak mengotori berita dengan SARA."

Jadilah pemilih yang cerdas, daftarkan diri anda sebagai pemilih, dan untuk pilkada Desember mendatang semua dapat memilih sesuai pilihan anda. 

-Cica Tabloid Saksi-

Milad UR ke-53, UR Adakan Berbagai Perlombaan

Kamis (17-09-2015), Dalam rangka memperingati hari jadi Universitas Riau yang ke-53 tahun, keluarga besar Universitas Riau (UR) mengadakan berbagai rangkaian acara dimulai pada hari ini (17/9/15) pembukaan Milad UR ke-53 tahun di Rektorat UR. Acara pembukaan ini dihadiri Rektor beserta jajarannya serta seluruh keluarga besar Universitas Riau tanpa terkecuali.
Pembukaan Milad UR Ke-53 oleh Rektor UR 

               Rangkaian acara dari Milad UR dimulai dari tanggal 17 September s.d 1 Oktober 2015 yaitu pembukaan Milad UR, pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, seminar hemat energi, lomba tari modern dan tradisinonal, gotong royong dan penanaman bibit tanaman, stand up comedy, lomba nyanyi dangdut, pameran kreatif bazar, lomba fotografi dan kemudian terakhir temu alumi penyerahan piala  anugerah acara penutupan.
                “Kita harus menyatu dari Institusi ini kepada seluruh masyarakat riau, supaya Universitas Riau berkembang dan dalam rangkaian acara ini kami melibatkan seluruh civitas akademika dalam kegiatan milad ke-53 ini,” jelas Syafri selaku ketua panitia dalam sambutannya.
                Setelah pengibaran bendera Milad UR, ada sesuatu yang baru dalam rangkaian acara, Pawai Devile Fakultas. Seluruh Fakultas di Universitas Riau beriring-iringan memperkenalkan Fakultas masing-masing dengan ciri khasnya seperti Fakultas Hukum sendiri menampilkan sosok Hakim, Jaksa beserta jajaran dibawahnya saat pawai, Fakultas Perikanan yang tampak memakai pakaian untuk Diving serta membawa Ikan Lele saat sudah sampai dibarisan,  juga diikuti Fakultas lain, hingga yang terakhir pengenalan dari Satpam UR yang menjaga keamanan Universitas Riau.


  Pawai Devile Fakultas Hukum            

Acara kemudian dilanjutkan dengan Pembunyian sirine dan pelepasan balon oleh Rektor yang menandakan pembukaan milad. Prof. Dr Arras Mulyadi, DEA selaku Rektor kemudian beserta jajaran memegang balon hingga akhirnya dilepaskan keudara bersama-sama, masih dengan keadaan asap yang menyeliputi kota Pekanbaru.
                “Universitas Riau sudah berusia 53 tahun insyallah pada 1 Oktober 2015, tentu kita sama-sama mengucapkan, selamat ulang tahun Universitas Riau yang ke-53 tahun. Peringatan hari jadi ini untuk mengingatkan kepada kita bahwa kita sudah berusia 53 tahun, harapannya agar universitas riau semakin berkembang dan memberikan sumbangsihnya terhadap pembangunan baik secara nasional maupun secara daerah.” harap Arras.
                “Tema yang kita angkat pada tahun ini adalah Universitas Riau Jatung Hatinya Masyarakat Riau. Jantung hati ini, ada dua terjemahan yaitu merupakan organ dari mahluk hidup, harapannya yaitu universitas riau ini pemompa, memberikan pemikiran-pemikiran baik dari sumber daya manusia maupun kebijakan, alternatif pembangunan yang akan dilaksanakan di provinsi riau ini, yang kedua kami yakin diharapkan ide-ide dan gagasan-gagasannya. Kami menghimbau juga kepada seluruh unit untuk memeriahkan, dan juga pertanda kita sendang merayakan hari jadi kita yang ke-53 tahun,” tandasnya lagi.

SILVYA / Tabloid Saksi   

Awal Semester, LSO LSMI Al- Mizan adakan Bazar Buku dengan tema "Read Book to be Smart"



Senin, 14 September 2015 LSMI AL-MIZAN mengadakan Bazar Buku dengan tema “Read Book to be Smart” di lapangan parkir PKM Universitas Riau (UR) Gobah. Bazar Buku yang diketuai oleh Darmanto ini, diadakan sampai Sabtu, 19 September 2015. Acara ini dibuka langsung oleh Rahmad Hendra, SH., M.Kn selaku Ketua Prodi Ilmu Hukum. 
 Pembukaan Bazar Buku Oleh Bapak Rahmad Hendra, SH., M.Kn

            “Kami dari pimpinan fakultas hukum sangat mendukung apa yang dilakukan Al-MIZAN karena bisa mempermudah mahasiswa yang mencari buku kuliah,” tutur Rahmad saat membuka acara.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau (FH UR) dapat membeli buku yang dibutuhkan di Bazar Buku AL-MIZAN yang menyediakan berbagai macam keperluan Mahasiswa. Acara ini sendiri adalah agenda tahunan dari LSMI AL-MIZAN. Semangat dari kepanitiaan Bazar Buku ini tampak ketik mereka masih begitu antusias sekalipun udara diluar sedang berbahaya karena asap yang semakin tebal yang menimpa Riau. 


Kunjungan Gubma dan Wagubma FH UR di Bazar Buku

“Mungkin ini gelombang ketika menghadapi suatu dakwah, banyak rintangannya. Asap ini sendiri adalah cobaan kecil agar kami tetapi semangat mengahdapi cobaan,” tutur Wahyu selaku Wakil kepanitiaan LSMI AL-MIZAN.
“Semoga kedepannya mahasiswa sangat berantusias untuk membeli buku dengan temanya Read to be Smart  membaca membuat kita pintar. Jadi dengan membaca, seperti yang dijelaskan al-quran, bacalah dengan menyebut nama tuhanmu, berarti dengan membaca tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga mendapat pengetahuan.” harap Wahyu lagi. 


SILVYA / Tabloid Saksi

Pemberian Penghargaan dari UPM kepada Civitas Akademik FH UR



Dalam upaya meningkat kualitas Fakultas hukum Universitas Riau (FH UR) kearah yang lebih baik, Unit Penjamin Mutu (UPM) FH UR kembali melaksanakan bulan mutu untuk yang ketiga kalinya. UPM memberikan penghargaan kepada Civitas Akademik FH UR dengan kategori : Dosen terbaik, pegawai terbaik , lembaga mahasiswa terbaik dan unit terbaik.
 Dosen Terbaik FH UR

                UPM memberikan penghargaan tersebut bersamaan dengan penutupan Pengenalan Akademik dan Bakat, Seni Olahraga (PKA BAKSO) FH UR pada Sabtu (23/8/15) lalu. Setelah penutupan PKA BAKSO, Sukamariko sebagai pembawa acara mengumumkan hasil dari bulan mutu yang dihadiri Dekan beserta jajarannya. 

                Dimulai dengan pengumuman Penghargaan kepada Dosen terbaik.  Penghargaan tersebut diberikan kepada Erdiansyah, SH,. MH sebagai Dosen Terbaik I, Ledy Diana SH,.MH dosen terbaik ke II dan Dr. Emilda Firdaus SH,. MH dosen terbaik ke III FH UR. 

                “Penilaian dosen sendiri melalui EDOM (Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa) bukan kami yang menghitung tetapi bapak dekan langsung,” ujar Sukamariko selaku pembawa acara.

Pegawai Terbaik FH UR


                Untuk kategori pegawai terbaik, UPM memberikan penghargaan kepada Syartikawati, S.sos sebagai Pegawai terbaik I , Nadim Muhtaram Pegawai terbaik II, Sri Wahyuni Aldani, S.sos Pegawai terbaik III. Dan Lembaga Mahasiswa terbaik sendiri diberikan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UR yang diwakili oleh Suherdiansyah sebagai Gubernur Mahasiswa periode 2015-2016. 


 Organisasi Terbaik FH UR
Terakhir, penghargaan kepada Unit terbaik diberikan kepada UPM sebagai unit terbaik FH UR yang diwakilkan oleh Dr. Emilda Firdaus SH, MH selaku Ketua UPM FH UR.


SILVYA / Tabloid Saksi

LAW NIGHT DISCUSSION “PERAN HUKUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA”


LAW NIGHT DISCUSSION
“PERAN HUKUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA”


Jum’at 04 september 2015 (pukul 19.00-22.15)

                Acara yang ditaja oleh BEM FH UR ini mengusung tema “Perana hukum dalam pembangunan ekonomi indonesia”. Dalam hal ini narasumber berasal dari dosen fakultas hukum yakni Dr. Firdaus SH.MH(Dosen hukum perdata bisnis) Dan Dr.Mexsasai Indra SH.MH (Dosen Hukun Tata Negara).
Acara ini dihadiri oleh para mahasiswa baru angkatan 2015 dan para mahasiswa angkatan sebelumnya, juga dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Bem Fakultas Hukum Universitas Riau. Antusiasme mahasiswa sangat terlihat terbukti dari melebihi kapasitas peserta yang mengikuti acara ini.
Berangkat dari tema yang diberikan, ini mencakup antara aspek hukum dan ekonomi, ekonomi merupakan suatu hal yang sistemik dan sangat vital bagi suatu negara,  seperti yang kita lihat saat ini ekonomi di indonesia semakin hari semakin memburuk, terbukti oleh semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang menyebabkan terganggunya perkembangan pembangunan ekonomi di indonesia.
Hukum juga berperan dalam hal ini, yang menjadi pertanyaan adalah apakah peran hukum tersebut? Sejauh mana hukum berperan dalam keadaan ekonomi  di indonesia saat ini?


Dalam penyampaian materi narasumber pertama yakni Dr. Firdaus SH.MH memaparkan pendapatnya tentang keadaan ekonomi sekarang cukup memprihatinkan karna nilai tukar rupiah yang jauh dari dollar AS, diperlukan langkah langkah dalam jangka pendek untuk menaikkan nilai tukar rupiah, bicara peran hukum dalam aspek ekonomi, hukum harus dilihat dari berbagai dimensi, pertama hukum itu dijadikan instrumen mengatur karna hukum dapat mengatur ekonomi berjalan dengan baik, berkepastian, dan berkeadilan.
Kedua hukum juga dijadikan sebagai pengatur subjek hukum agar dapat mengikuti aturan, dalam hal ini perlindungan konsumen dalam bidang ekonomi.
Ketiga hukum juga diharapkan mampu memprediksi jalannya ekonomi, bagaiman kita bisa mem-prediksi kedepannya pembangunan ekonomi tersebut, contohnya prediksi nilai dollar kedepannya.

Narasumber Law Night Discussion


Belajar dari keadaan ekonomi indonesia pada masa terjadinya krisis moneter, indonesia yang pada saat itu di pimpim B.J. Habibie mampu merubah dan bangkit dari krisis tersebut. Karna konsisten terhadap hukum diperlukan, negara telah membuat hukum yang mengatur tentang ekonomi ini, dan diharapkan mampu di taati oleh para subjek hukum, hukum mestinya melihat keadaan ekonomi saat ini dan sebagai pengawas ekonomi tersebut.
Penyampaian kedua disampaikan oleh Dr.Mexsasai Indra, SH., MH. dalam bidang ke tata negaraan sesuai dalam pasal 33 UUD bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan” dapat kita ambil kesimpulan bahwa perekonomian di indonesia ini ber asaskan kekeluargaan yang artinya perkembangan perekonomian harus juga berkepentingan dan mencakup kesejahteraan rakyat. Beliau juga menyebutkan bahwa sistem ekonomi harus tunduk pada sistem hukum yang berlaku, tanggung jawab negara dalam hal ini merupakan dengan membuat undang undang yang harus di perhatikan dan di taati,dan sistem ekonomi juga tidak boleh diserahkan begitu saja kepada mekanisme pasar, yang artinya negara berperan penting untuk mengawasi jalannya ekonomi dengan dibuatnya sistem hukum yang mengaturnya.
Banyak tanggapan mahasiswa tentang hal ini, selain mengkritik kebijakan-kebijakan ekonomi yang saat ini membuat negra ini terpuruk, dan juga pendapat-pendapat yang menganggap kebijakan ekonomi yang dibuat pemerintah saat ini mengutamakan kepentingan seorang individu maupun kelompok tertentu dan membuang jauh kepentingan rakyat, dan ada juga berpendapat bahwa kita sebagai mahasiswa bukan hanya sebagai pengkritik dan seolah menyalahkan kebijakan tsb, tetapi kita harus memberikan solusi kreatif untuk persoalan rumit seperti ini.


Salah satu solusi yang diberikan salah seorang mahasiwa adalah mulailah mencintai produk dalam negeri, dan diharapkan produk dalam negeri ini lebih meningkatkan kualitas agar dapat dinikmati dan di cintai oleh rakyat indonesia maupun luar negeri.
Kesimpulan yang dapat diambil mengutip dari kedua narasumber adalah aktivitas ekonomi tidak akan terlepas dari hukum, budaya buruk yang selama ini harus dirubah dalam bidang ekonomi, karna sebaik apapun undang-undang yang dibuat tidak akan berdampak baik jika tidak merubah budaya ini, hal yang di perlukan dan diperhatiakn adalah jangan lari dari tujuan bangsa, bagaimana pendidikan di negeri ini, dan konsisten kepada konstitusi yang sama diketahui ber asas pada ekonomi kekeluargaan. Diharapkan pertumbuhan ekonomi ini terdapat di dalamnya kaedah-kaedah hukum yang akan menimbulkan keseimbangan pertumbuhan ekonomi tidak hanya untuk kepentingan konglomerat tetapi juga untuk kepentingan kesejahteraaan masyarakat.


Orde Prianata/ Tabloid Saksi

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA DAN LEMBAGA STUDI MAHASISWA ISLAM AL-MIZAN ADAKAN BUKA BERSAMA ANAK YATIM


Hadirkan Cinta Illahi di Bulan yang Penuh Berkah – 27 Juni 2015 (10 Ramadhan 1436 H) Badan Eksekutif Mahasiswa bekerja sama dengan Lembaga Studi Mahasiswa Islam Al-Mizan Fakultas Hukum Universitas Riau mengadakan acara Buka Bersama Anak Yatim. Bertempat di Ruang N1 dan N2 dengan kesederhanaan acara ini dimulai pukul 17.30 WIB.

Acara Pembukaan Buka Bersama Anak Yatim


Acara ini dihadiri oleh Dekan, Dosen, Pegawai, Mahasiswa dan beberapa undangan dari Lembaga Mahasiswa di Lingkungan Universitas Riau. Dalam sambutannya, ketua panitia Doni Andrian Hasibuan mengungkapkan kebahagiannya karena sukses menyelenggarakan acara buka bersama. “Kebanggan yang sangat mendalam dari saya selaku ketua panita, dengan mengundang anak yatim dari Panti Asuhan Putra Harapan ini, diharapkan adik-adik kita termotivasi dan berbahagia bersama kita.”


Gubernur Mahasiswa, Suherdiansyah dalam sambutannya turut mengapresiasi kinerja panitia yang berasal dari kerja sama dua lembaga ini. Dan untuk kedepannya agar lebih besar lagi. Selain  itu, Dekan Fakultas Hukum, Dodi Haryono,S.Hi.,SH.,MH dalam sambutannya pun sangat bangga terhadap kerja mahasiswa karena mengundang anak-anak yatim.  Kegiatan ini diisi dengan ceramah agama, buka bersama, dan pemberian santunan untuk anak yatim diakhir acara. (Andry/Saksi)

Dekan Lantik Pengurus LPM Tabloid SAKSI Periode 2015/2016 Sekaligus Peluncuran Buku "The Journey of SAKSI"



Pengucapan Sumpah Jabatan Pengurus LPM Tabloid SAKSI Periode 2015/2016
Berawal dari sebuah gagasan seorang aktivis kampus, Hervana Wahyu Prihat Maka (Wakil Gubernur Mahasiswa FH 2011/2012) dan seorang Pemimpin Fakultas, Prof.Dr.Sunarmi (Dekan Fakultas Hukum). Atas  kepemimpinan Hervana sebagai sosok seorang aktivis yang tegas dan bijak dalam mengambil keputusan, serta bertanggung jawab dengan apa yang di lakukannya maupun anggota yang di naungi, berduet dengan Syafrial sebagai Gubernur mahasiswa FH 2011/2012 merupakan pola kepemimpinan yang mampu membawa kelembagaan Fakultas Hukum menjadi lembaga yang Eksis pada 3 tahun silam ternyata mampu membawa sebuah perubahan yakni dengan hadirnya Tabloid Saksi sebagai Lembaga Pers Mahasiswa tunggal yang bersifat independen.

Setelah pada 7 April 2012 silam Fakultas Hukum melalui Badan Eksekutif Mahasiswa meluncurkan sebuah Tabloid Saksi yang merupakan Tabloid perdana, sebagai lembaga mahasiswa yang diharapkan mampu memberikan sumbangsih kepada Kampus terutama dalam bidang informasi dan Hukum.

Selasa 26 Mei 2015, dalam rangkaian Pelantikan pengurus baru Lembaga Pers Mahasiswa Tabloid Saksi periode 2015/2016 mengadakan launching buku perdana dengan judul  “The Journey of “SAKSI”: Sejarah Yang Dibuat Dengan Perjuangan”, karya 11 orang Tim Redaksi Tabloid Saksi, bertempat di ruang Vodeo Confference Fakultas Hukum Universitas Riau.

Pelantikan pengurus baru ini merupakan regenerasi dari pengurus sebelumnya yang telah habis masa jabatan. Terpilih dalam Musyawarah Besar LPM Tabloid SAKSI sebagai Pemimpin Umum Denny Pranata Ajie, Pemimpin Perusahaan Andry Hernandes, Pemimpin Redaksi Rio Christiyanto, dan Wakil Pemimpin Redaksi Eko Saputra. Dilantik menggantikan pengurus sebelumnya Raja Adil Siregar sebagai Pemimpin Umum, Yusridha Putri sebagai Pemimpin Perusahaan, Angga Kurniawan A. P sebagai Pemimpin Redaksi, dan Adi Syahputra sebagai Wakil Pemimpin Redaksi.

Serah Terima Jabatan Pengurus LPM Tabloid SAKSI Periode 2015/2016
Saat ditemui disela-sela kesibukan, pemrakarsa buku Raja Adil Siregar selaku Pemimpin Umum Periode 2014/2015, menuturkan “The Journey of “SAKSI”: Sejarah Yang Dibuat Dengan Perjuangan”, merupakan tekad awal terbentuknya LPM Tabloid Saksi untuk tetap kekal, dan tidak terlupakan oleh sejarah yang terus berkembang serta dukungan dari para perintisnya, dimana tulisan tersebut menceritakan pengalaman yang dilalui oleh Lembaga Pers Mahasiswa sejak keberadaanya sebagai “Penyambung Lidah” dalam penyampaian Informasi, yang keberadaanya bukan karena hal kebetulan, tetapi memang sangat membutuhkan perjuangan panjang yang harus dilalui.

Berawal dari pembentukan yang butuh perjuangan panjang, Tanggung Jawab dan Loyalitas Peliputan, Iklan Pers Mahasiswa Dipandang Sebelah Mata, Pers Kampus yang Kritis namun harus Tetap Etis kepada lembaga pendidikan tempatnya bernaung hingga jabatan Staff Online yang dianggap sebagai jabatan siluman. Begitulah secara garis besar tentang tulisan buku tersebut, sedih, senang, motivasi sesama anggota, dan pesan moral yang terkandung di dalam buku tersebut. Proses penulisan sendiri berlangsung selama dua bulan sejak awal April sampai Mei 2015 dengan tebal buku berjumlah 128 halaman.

Launching Buku "The Journey of SAKSI" oleh Dekan FH
Raja Adil Siregar selaku Pemimpin Umum juga menuturkan Buku “The Journey of “SAKSI”: Sejarah Yang Dibuat Dengan Perjuangan”, ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang lika-liku mejadi seorang jurnalis kampus, bahwa kita sebagai mahasiswa jangan hanya duduk sebagai pembaca sejarah tapi harus mampu berfikir bagaimana caranya berbuat sebagai pelaku sejarah, meskipun seluruh anggota saat ini sebenarnya sudah menjadi pelaku sejarah yang membuat LPM Tabloid Saksi bisa seperti saat ini”.

Raja Adil Siregar mengharapkan untuk generasi selanjutnya dapat belajar dari apa yang menjadi coretan sejarah saat ini sehingga Tabloid Saksi bisa terus berkembang dan menjadi lembaga pers yang semakin baik seiring perkembangan zaman.

Turut hadir dalam acara Pelantikan Pengurus sekaligus Launching Buku tersebut Pembantu Dekan III Rika Lestari, SH.,M.Hum yang mengapresiasi buku tersebut, “Saya secara pribadi mendukung terbitnya buku ini, karena dari buku ini kita bisa belajar bagaiamana menjadi seorang jurnalis. Dan diharapkan untuk kedepanya, akan terbit buku-buku lain sehingga tidak terhenti sampai disini”.

Dekan FH menerima Buku "The Journey of Saksi"
Hal senada diungkapkan oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau Dodi Haryono, S.Hi.,SH.,MH yang turut mengapresiasi terbitnya buku pers mahasiswa dari Tabloid Saksi ini. Semenjak dari awal berdiri dimulai dari kepemimpinan dekan Prof. Dr. Sunarmi, hingga saat ini oleh Dodi Haryono, S.Hi.,SH.,MH Tabloid SAKSI terus mendapat apresiasi atas setiap karya yang dilahirkan, karena apa yang dilahirkan membawa nama baik Fakultas Hukum Universitas Riau. Tidak hanya itu, Tabloid Saksi juga mampu menjadi lembaga pers yang berimbang dan tidak berpihak kepada salah satu pihak sesuai dengan semboyan yang terus dikembangkan Kritis namun tetap etis.

Dalam buku berisikan semangat perjuangan dari jurnalis sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga ketika launching buku ini ada perasaan bahagia dari seluruh anggota LPM Tabloid Saksi. (Andry ~ Tabloid SAKSI)